14 February 2026

Get In Touch

KBS Siapkan Pelepasliaran Komodo ke NTT, Empat Ekor Diusulkan Kembali ke Alam

Komodo di KBS.
Komodo di KBS.

SURABAYA (Lentera)– Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) menyiapkan langkah konservasi berupa pelepasliaran (restocking) komodo ke habitat aslinya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sedikitnya empat hingga lima ekor komodo diusulkan untuk kembali ke alam liar, baik di Pulau Komodo maupun Pulau Flores.

Direktur Operasional PDTS KBS, Nurika Widyasanti, mengatakan proses tersebut saat ini masih dalam tahap identifikasi dan persiapan teknis. Satwa yang akan dilepasliarkan harus melalui perawatan, pemantauan kesehatan, serta proses habituasi agar siap beradaptasi kembali di habitat alami.

“Kami masih mengidentifikasi yang siap dilepas, termasuk melihat sex ratio-nya seperti apa. Karena sebelum dilepasliarkan, komodo harus dipastikan benar-benar layak dan siap kembali ke alam,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Menurut Nurika, KBS saat ini memiliki sekitar 80 ekor komodo dengan komposisi mayoritas remaja hingga dewasa. Jumlah tersebut menjadikan KBS sebagai salah satu lembaga pengembangbiakan komodo dengan populasi cukup besar di Indonesia.

Rencana pelepasliaran tersebut telah diajukan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur untuk diteruskan ke kementerian terkait. Komodo sendiri merupakan satwa prioritas nasional, sehingga prosesnya harus melalui kajian teknis dan persetujuan pemerintah pusat.

“Secara prosedur sudah kami ajukan. Tinggal menunggu proses lebih lanjut dari kementerian,” jelasnya.

Langkah restocking ini menjadi bagian dari komitmen KBS dalam mendukung konservasi satwa endemik Indonesia, sekaligus menjaga keberlanjutan populasi komodo di habitat aslinya.

Di sisi lain, pengelola juga mencatat tren positif dari sektor kunjungan. Sepanjang 2025, jumlah pengunjung KBS mencapai sekitar 2.101.000 orang, meningkat dari 1.994.000 pengunjung pada 2024 atau naik sekitar 5–10 persen dalam setahun.

Peningkatan tersebut dinilai menjadi dorongan tambahan bagi pengelola untuk terus menyeimbangkan fungsi konservasi dan edukasi dengan daya tarik wisata.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.