14 February 2026

Get In Touch

Jatim Jadi Role Model Provinsi Bersih Narkoba

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parwaansa, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto memberikan keterangan setelah Launching Jawa Timur Bersina
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parwaansa, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto memberikan keterangan setelah Launching Jawa Timur Bersina

SURABAYA (Lentera) - Provinsi Jawa Timur menjadi role model atau percontohan nasional untuk provinsi yang bebas narkoba. Hal itu disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, saat Launching Jawa Timur Bersinar (Bersih Narkoba) Bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parwaansa dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN)RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto di Balai Pemuda Surabaya, Jumat (13/2/2026).

​"Ya, pagi hari ini ada Pak Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Kemudian Kepala BNN Pusat. Mereka memberikan penguatan pada Jawa Timur untuk mendeklarasikan desa-desa di Jawa Timur ini supaya bergerak menjadi Desa Bersinar, Desa Bersih Narkoba," kata Gubernur jawa Timur Khofifah Indar Parwansa.

Khofifah mengatakan Mendes PDT punya peran penting untuk terus bisa membentuk, mengawal, dan terus bisa menjadikan desa-desa di Indonesia, terutama Jawa Timur menjadi Bersih Narkoba.

"Dan Kepala BNN ini menjadikan bagian penting untuk update kepada kita semua betapa kita diberi pengayaan, pencerahan oleh beliau. Metamorfosis ya, metamorfosis dari berbagai bentuk narkoba yang bisa menimbulkan adiksi dan tentu akan sangat mengganggu dari kapasitas dan kualitas SDM kita," katanya.

Sementara itu, Mendes PDTT Yandri Susanto mengatakan bahwa narkoba ini sungguh luar biasa merusak negeri ini. Oleh karena itu perlu kolaborasi. 

"Karena Jawa Timur adalah jumlah desa terbesar di Indonesia, jumlah desanya itu 8.494 desa. Dan Jawa Timur, Ibu Gubernur sudah deklarasikan sebagai Gerbang Baru Nusantara. Oleh karena itu, salah satu untuk menyukseskan Gerbang Baru Nusantara itu adalah Jawa Timur bebas dari narkoba," katanya.

Yandri juga mengapresiasi Gubernur Jawa Timur dan seluruh jajaran serta seluruh Kepala Desa. Yandri juga menyatakan dukungan penuh penuh pada Kepala BNN dengan adanya program desa Bersinar ini. 

Yandri menandaskan bahwa desa Bersinar bukan hanya sekedar deklarasi, karena itu dia mengajak pada semuanya untuk pasang mata dan telinga. Kemudian, tidak takut untuk melaporkan dan harus merani melawan melawan para bandar.

"​Dengan begitu maka insyaAllah Jawa Timur akan menjadi role model atau percontohan nasional untuk provinsi yang bebas narkoba. Jadi selamat buat Jawa Timur, insyaallah deklarasi ini akan menjadi ruh perjuangan pemberantasan narkoba di Jawa Timur," tegasnya.

Sementara, Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur yang selama ini telah berkontribusi secara nyata dengan dibentuknya desa-desa Bersinar. Kemudian juga dengan kegiatannya, mulai dari pencegahan, pemberantasan secara bersama-sama, termasuk rehabilitasi di desa-desa yang mungkin ada masyarakat yang telah terpapar, dan juga upaya pemberdayaan masyarakat.

"Dengan mengedepankan upaya vokasional, melatih masyarakat kita terutama para mantan-mantan pengguna sehingga lebih kreatif, lebih produktif, bisa kembali lagi untuk berpenghasilan dan bekerja. Nah, kemudian hari ini kita juga melaksanakan deklarasi secara bersama, intinya kita sangat mendukung Asta Cita Bapak Presiden Republik Indonesia yang ketujuh," kata Suyudi.

​Dia juga menandaskan bahwa BNN terus melakukan upaya-upaya pencegahan hingga pemberantasan secara bersama-sama karena BNN tidak bisa sendiri meski ada di depan. 

"Dalam kesempatan yang baik ini saya mengajak segenap kementerian, lembaga, dan juga pemerintah daerah, tokoh-tokoh masyarakat untuk kita bersama-sama memberantas narkoba," ajaknya.

Suyudi juga menyebutkan bahwa perkembangan peredaran narkoba sangat cepat bahkan sudah masuk ke desa-desa. "Istilahnya, narkotika sudah ada di depan rumah kita, kita tidak bisa berdiam diri. Mari kita harus aktif, kita harus melakukan langkah yang nyata. Kita berdeklarasi menyemangati bersama-sama bahwa narkotika adalah musuh bersama," katanya.

Dia menandaskan bahwa dengan adanya kebersamaan maka akan bisa perangi beredaran narkoba. Menuutnya, pemberantasan narkoba bukan hal yang mudah, bukan hal yang kecil, tapi dia yakin dengan adanya kebersamaan insyaallah ini bisa terwujud.

​"Nah, dengan deklarasi tadi kita berjanji untuk bisa bersama-sama melakukan pencegahan ya, di hulu tentunya, dan juga pemberantasan. Bagaimana kita saling memberikan informasi. Kita BNN RI tadi saya sudah sampaikan ada call center 184 yang bisa menjadi wadah informasi, baik itu informasi terkait dengan peredaran narkoba yang ada di wilayah Jawa Timur sampai ke desa-desa," sambunganya.

​Dalam kesempatan itu, Suyudi menekankan supaya tidak menjadikan para pengguna atau korban narkoba sebagai aib atau musuh. Namun sebaliknya, seharusnya mereka dirangkul, kita sembuhkan, kita rehabilitasi sesuai dengan arahan Bapak Presiden.

"​Perkuat rehabilitasi, dan saat ini kita sedang memulai dengan upaya-upaya penguatan rehabilitasi baik IPWL-IPWL kita ya, Institusi Penerima Wajib Lapor yang ada di klinik-klinik, rumah sakit yang direkomendasikan oleh Menteri Kesehatan," katanya.

Dia juga menyampaikan bahwa saat ini bertransformasi dengan program Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika). Untuk itu Suyudi minta pada orang tua untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak sebagai generasi penerus bangsa yang nantinya juga akan menjadi pemimpin-pemimpin di bangsa ini. 

"Kita harus jaga betul, ini adalah aset kita jangan sampai anak kita terpapar," tandasnya.

Suyudi juga menyebut sudah bertemu dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof Abdul Mu'ti. Mereka me-launching kegiatan atau program IKAN (Integrasi Kurikulum Anti Narkoba) untuk masuk ke pelajaran-pelajaran sekolah. "Tentunya tanpa membebani atau tambahan kurikulum atau materi pelajaran," pungkasnya. (*)

Reporter : Lut
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.