13 February 2026

Get In Touch

Jatim dan Swedia Bahas Penguatan dan Perluasan Kerjasama Strategis di Berbagai Sektor

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (12/2/2026). 
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (12/2/2026). 

SURABAYA (Lentera) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan Pemerintah Swedia membahas penguatan dan perluasan kerja sama strategis dalam berbagai sektor. Pembahasan potensi tersebut dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert bersama delegasi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (12/2/2026). 

Sektor-sektor kerja sama tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, pertambangan, dan juga transportasi berupa kereta api atau railway. Bahkan dalam kunjungan tersebut, Dubes Swedia membawa beberapa delegasi dan perusahaan karena melihat potensi besar yang ada di Jawa Timur.

Gubernur Khofifah menyambut baik kunjungan tersebut dan menilai tim delegasi Swedia yang hadir memiliki kapasitas kuat untuk membangun kemitraan konkret di berbagai sektor, termasuk industri, energi, dan transportasi.

Ia menyebut, dalam waktu dekat Pemprov Jatim akan meluncurkan perencanaan Surabaya Regional Railway Line (SRRL). Kehadiran Dubes Swedia dinilai menjadi penguatan tersendiri, terutama dalam aspek teknologi perkeretaapian dan pengembangan transportasi publik, termasuk manajemen parkir.

“Teknologi di bidang railway bisa kita bangun kemitraan. Termasuk transportasi publik dan manajemen parkir,” kata Khofifah.

Khofifah menjelaskan bahwa kerja sama Indonesia dengan Swedia, khususnya di Jawa Timur, telah terjalin cukup lama. Swedia tercatat telah berinvestasi di sektor galangan kapal (ship building) di Banyuwangi selama lebih dari 30 tahun.

Selain itu, dalam bidang transportasi publik termasuk di dalamnya adalah manajemen parkir. Bahkan dalam bidang ini sebetulnya sudah terjalin kerja sama sekitar 10 tahun beberapa kota di Jawa Timur.

Dalam kunjungan di Jatim ini, Dubes Swedia juga dijadwalkan mengunjungi Universitas Airlangga dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk menjajaki kerja sama beasiswa ke Swedia. Khofifah juga mendorong dukungan bagi penguatan Bahasa Inggris di enam SMA Taruna milik Pemprov Jatim.

“Kami berharap pertemuan yang singkat tapi produktif ini bisa segera ditindaklanjuti oleh tim Kedutaan Besar Swedia, perusahaan-perusahaan dari Swedia, dan jajaran Pemprov Jawa Timur,” terangnya.

Dalam pertemuan itu, Dubes Daniel Blockert menyampaikan bahwa Swedia melihat potensi besar di Jawa Timur, khususnya Surabaya, untuk pengembangan kolaborasi ke depan. 

Menurutnya, terdapat banyak kesamaan dan kebutuhan yang dapat disinergikan, terutama di bidang transportasi, energi, kesehatan, pendidikan, industri, serta perkeretaapian. 

“Hari ini kami berdiskusi dengan pemerintah dan menemukan banyak bidang yang memungkinkan untuk kolaborasi lebih dalam. Jawa Timur memiliki ekonomi yang bertumbuh dan populasi yang besar, sehingga sangat menarik bagi perusahaan-perusahaan Swedia,” ujar Daniel Blockert.

Ia menjelaskan, pada kunjungan tersebut dirinya membawa delegasi kecil dari sejumlah perusahaan Swedia. Namun, ke depan Swedia berencana kembali ke Jawa Timur dengan membawa lebih banyak perusahaan untuk menjajaki peluang investasi dan kerja sama konkret. 

“Kami melihat kebutuhan Jawa Timur dan apa yang bisa kami tawarkan saling bertemu. Ini menjadi dasar yang baik untuk kolaborasi di masa depan,” katanya. (*)

Reporter : Lutfi
Editor :Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.