13 February 2026

Get In Touch

Tragedi Penembakan Sekolah di Kanada, 10 Tewas dan Puluhan Terluka

Ilustrasi bendera Kanada. (foto:ist/Ant/Anadolu)
Ilustrasi bendera Kanada. (foto:ist/Ant/Anadolu)

KANADA (Lentera) - Dunia pendidikan Kanada berduka, insiden penembakan massal terjadi di Sekolah Menengah Tumbler Ridge (Tumbler Ridge Secondary School), British Columbia yang menewaskan sedikitnya 10 orang, pada Selasa (10/2/2026).

Tragedi ini disebut-sebut sebagai salah satu penembakan sekolah paling mematikan, dalam sejarah Kanada.

Melansir laporan dari Al Jazeera dan The Guardian, Kepolisian Kerajaan Kanada (RCMP) mengutip Tribunnews.com, Rabu (11/2/2026), menemukan enam orang tewas di dalam area sekolah setelah adanya laporan "penembak aktif".

Satu orang lainnya meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. Selain korban di sekolah, polisi menemukan dua orang tambahan yang tewas di sebuah rumah yang diyakini masih terkait dengan pelaku.

Tersangka sendiri ditemukan tewas di lokasi kejadian, dengan luka tembak yang diduga berasal dari dirinya sendiri.

Mengutip Upper Michigan’s Source, selain 10 korban jiwa, tercatat lebih dari 25 orang mengalami luka-luka. Dua di antaranya diterbangkan ke rumah sakit dengan kondisi kritis yang mengancam jiwa, sementara sisanya menjalani perawatan di pusat medis setempat.

"Seluruh siswa dan staf yang tersisa telah dievakuasi dengan selamat. Polisi bekerja sama erat dengan distrik sekolah untuk mendukung proses penyatuan kembali keluarga," tulis pernyataan resmi RCMP.

Meskipun media lokal menyebutkan pelaku adalah seorang wanita, pihak berwenang menolak memberikan rincian identitas lengkap tersangka.

Inspektur RCMP, Ken Floyd menyatakan bahwa motif di balik aksi brutal ini masih menjadi misteri.

"Kita belum bisa memahami apa yang mungkin memotivasi tragedi ini. Petugas masih menyelidiki hubungan antara para korban dengan pelaku," ujar Floyd dalam konferensi pers.

Perdana Menteri British Columbia, David Eby menggambarkan peristiwa di kota kecil berpenduduk 2.400 jiwa tersebut sebagai "tragedi yang tak terbayangkan".

Senada dengan Eby, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney menyatakan rasa duka yang mendalam melalui media sosialnya.

Penembakan ini menjadi penembakan sekolah paling mematikan kedua, dalam sejarah Kanada setelah tragedi L'Ecole Polytechnique Montreal pada 1989 yang menewaskan 14 orang.

Kejadian ini kembali memicu perdebatan mengenai pengetatan aturan kepemilikan senjata api di Kanada, meskipun negara tersebut sudah memiliki regulasi yang jauh lebih ketat dibandingkan Amerika Serikat.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.