11 February 2026

Get In Touch

Transformasi Imigrasi Saudi: Cukup Sidik Jari Langsung Masuk

Ilustrasi transformasi layanan publik lewat teknologi mutakhir Arab Saudi(Ist)
Ilustrasi transformasi layanan publik lewat teknologi mutakhir Arab Saudi(Ist)

SURABAYA (Lentera) -Arab Saudi kembali mempercepat transformasi layanan publik lewat teknologi mutakhir. Otoritas imigrasi mulai mengoperasikan gerbang perlintasan tanpa sentuh di kawasan NEOM, kota futuristik yang pemerintah siapkan sebagai pusat inovasi nasional.

Lewat sistem ini, pengunjung tak lagi menghadapi antrean panjang atau pemeriksaan manual. Mereka cukup memindai biometrik, lalu gerbang otomatis membuka akses masuk dalam hitungan detik.

Tiga metode verifikasi sekaligus

Sistem pintar tersebut menghadirkan tiga jalur pemeriksaan. Pertama, alat memindai sidik jari dan langsung mencocokkannya dengan basis data imigrasi. Kedua, kamera membaca wajah pengunjung melalui teknologi pengenalan wajah berbasis kecerdasan buatan.

Selain itu, mesin juga menerima pemindaian paspor elektronik. Jika salah satu metode gagal, pengunjung bisa beralih ke opsi lain tanpa perlu keluar dari antrean digital. Petugas hanya membantu ketika semua metode tidak berfungsi.

Proses lebih cepat minim kontak

Teknologi ini memangkas waktu pemeriksaan secara signifikan. Pengunjung cukup menggerakkan tangan atau berdiri di depan kamera, lalu sistem langsung mengenali identitas mereka. Dengan demikian, proses masuk menjadi lebih cepat, higienis, dan efisien.

Otoritas terkait juga meningkatkan keamanan karena perangkat membaca data biometrik secara akurat. Sistem otomatis tersebut mengurangi kesalahan manusia sekaligus mencegah penyalahgunaan identitas.

NEOM jadi pusat uji coba teknologi

Pemerintah memilih NEOM sebagai lokasi penerapan perdana. Kawasan ini memang berfungsi sebagai laboratorium inovasi yang menampung berbagai teknologi masa depan, mulai dari transportasi cerdas, energi bersih, hingga layanan administrasi digital.

Karena itu, pihak berwenang menguji berbagai sistem baru di kota tersebut sebelum memperluasnya ke bandara dan pintu masuk internasional lain di seluruh Kerajaan.

Visi Saudi 2030

Langkah ini mendukung target besar Visi Saudi 2030. Pemerintah ingin mempercepat digitalisasi layanan, meningkatkan pengalaman wisatawan, serta menyambut jutaan tamu umrah, haji, dan turis setiap tahun.

Mengutip saudinesia, gerbang imigrasi otomatis ini, Saudi menghadirkan pengalaman kedatangan yang modern, praktis, dan ramah bagi pengunjung dunia. Ke depan, teknologi serupa berpeluang hadir di lebih banyak bandara utama Kerajaan (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.