11 February 2026

Get In Touch

Jelang Ramadan, Bupati Trenggalek Ingatkan Warga Jaga Tradisi Tanpa Ganggu Ketertiban

Forkopimda Kabupaten Trenggalek bersama Bupati Mochamad Nur Arifin saat menghadiri rapat sinergitas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadhan di Gedung Bawarasa, Trenggalek.
Forkopimda Kabupaten Trenggalek bersama Bupati Mochamad Nur Arifin saat menghadiri rapat sinergitas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadhan di Gedung Bawarasa, Trenggalek.

TRENGGALEK (Lentera) - Menjelang Bulan Suci Ramadan, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban saat menjalankan berbagai tradisi. Pemerintah daerah tidak melarang kegiatan seperti menerbangkan balon udara, ronda sahur, maupun penggunaan petasan, namun masyarakat diminta tetap memperhatikan batasan demi keselamatan bersama.

Pesan tersebut disampaikan Mas Ipin saat kegiatan sinergitas bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, perguruan silat, serta organisasi kemasyarakatan di Gedung Bawarasa lantai 2, Selasa (10/2/2026). Pertemuan itu digelar sebagai upaya menjaga kondusivitas wilayah menjelang Ramadan.

Menurutnya, setiap masyarakat memiliki cara tersendiri dalam menyambut datangnya bulan suci. Namun, kebebasan menjalankan tradisi harus diiringi kesadaran untuk tidak mengganggu lingkungan sekitar maupun membahayakan orang lain.

“Silakan masyarakat menjalankan tradisi menyambut Ramadhan, tetapi yang penting batasannya adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Mas Ipin.

Ia mencontohkan tradisi menerbangkan balon udara yang kerap dilakukan saat Ramadhan maupun hari raya. Menurutnya, kegiatan tersebut boleh dilakukan selama memenuhi aspek keselamatan.

“Biasanya ada tradisi menerbangkan balon. Silakan, tapi pastikan balonnya diikat sehingga tidak membahayakan. Pernah terjadi balon udara menyebabkan kebakaran lahan pertanian dan rumah,” jelasnya.

Selain itu, Mas Ipin juga mengingatkan penggunaan petasan yang berisiko jika tidak dilakukan dengan bijak. Ia menyinggung kejadian di daerah lain yang menyebabkan kerugian hingga korban jiwa.

“Kemudian dengan petasan, pernah ada kejadian di Blitar yang menyebabkan rumah meledak dan menimbulkan korban jiwa. Jadi masyarakat harus lebih berhati-hati,” tegasnya.

Terkait ronda sahur, ia mempersilakan kegiatan tersebut tetap berjalan sebagai bagian dari tradisi sosial masyarakat. Namun, penggunaan sound system diminta tidak berlebihan agar tidak mengganggu warga yang sedang beristirahat.

Melalui kegiatan sinergitas ini, Pemerintah Kabupaten Trenggalek berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadhan tetap terjaga. Di akhir pesannya, Mas Ipin juga mengucapkan selamat menyambut Bulan Suci Ramadhan serta berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. (*)

 

 

Reporter: Herlambang
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.