SITUBONDO (Lentera) - Tanah longsor terjadi di dua desa di Kabupaten Situbondo, Senin (9/2/2026). Longsor akibat intensitas hujan yang cukup tinggi itu menerpa satu rumah di Desa Bederan, Kecamatan Sumbermalang dan satu rumah di Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Puriyono, mengatakan tanah longsor pertama kali terjadi di lereng Gunung Argopuro, tepatnya Dusun Krajan, Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, sekitar pukul 14.45 WIB.
"Akibat hujan terus menerus dan tanah gembur, menyebabkan tembok penahan tanah longsor menimpa dinding rumah Pak Nidin, warga Desa Baderan," katanya melansir antara.
Puriyono menuturkan, saat kejadian longsor penghuni rumah sedang berada di ruang tamu. Begitu mendengar suara gemuruh tanah longsor di samping rumahnya, mereka langsung berlari ke luar rumah dan melihat rumah mereka di bagian samping dipenuhi material longsor.
"Tidak ada korban jiwa maupun luka, tapi rumah milik Pak Nidin mengalami kerusakan cukup parah," ujarnya.
Kemudian, tanah longsor juga terjadi di Dusun Pagar Gunung, Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng, yang mengakibatkan rumah milik Pak Syaiful (78), warga setempat, mengalami kerusakan.
"Di Desa Pategalan, bencana longsor juga mengakibatkan satu rumah terdampak dan Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka, karena pemilik rumah lari ke luar rumah menyelamatkan diri sesaat setelah mendengar suara gemuruh tanah longsor," katanya.
BPBD Situbondo terus mengimbau kepada masyarakat untuk terus waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang. (*)
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)
