07 February 2026

Get In Touch

Kaget Gempa, Seorang Warga Pacitan Meninggal

Petugas BPBD Pacitan melakukan asesmen di rumah warga yang dilaporkan terdampak gempa di Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026). (Antara)
Petugas BPBD Pacitan melakukan asesmen di rumah warga yang dilaporkan terdampak gempa di Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026). (Antara)

PACIRAN (Lentera) - Gempa bumi bermagnitudo 6,4 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur pada Jumat (6/2/2026) dini hari menyebabkan satu orang tewas diduga terkejut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Radite Suryo Anggono, mengatakan korban bernama Joko Santoso (53), warga Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo.

"Dampak gempa dini hari tadi, terdapat satu warga yang meninggal dunia," katanya melansir antara.

Ia menjelaskan berdasarkan hasil asesmen petugas di lapangan, korban tidak meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Korban diduga mengalami kondisi kejut setelah gempa terjadi.

Menurut Radite, korban sempat keluar rumah untuk menyelamatkan diri saat gempa mengguncang dan bahkan masih sempat berbincang dengan tetangganya.

Namun ketika hendak kembali ke dalam rumah, korban tiba-tiba terjatuh. "Korban sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi tidak tertolong. Dugaan sementara meninggal akibat syok," ujarnya.

Selain korban jiwa, BPBD Pacitan menerima laporan adanya kerusakan bangunan di sejumlah wilayah.

Hingga Jumat siang, petugas masih melakukan pendataan dan pemantauan dampak gempa di seluruh kecamatan.

Gempa bumi bermagnitudo 6,4 tersebut terjadi pada Jumat (6/2/2026), pukul 01.06 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di koordinat 8,99 derajat Lintang Selatan dan 111,18 derajat Bujur Timur, atau sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 10 kilometer.

Meski, gempa dinyatakan tidak berpotensi tsunami, namun BPBD mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila ditemukan kerusakan bangunan yang membahayakan keselamatan. (*)

 

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.