SURABAYA (Lentera) -Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji pada 2025 menunjukkan arah pembangunan yang semakin terukur.
Sejumlah indikator makro mencatat tren positif, mulai dari kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan kemiskinan dan ketimpangan, hingga penguatan fiskal dan percepatan transformasi pelayanan publik berbasis digital.
Hal itu disampaikan Kepala Bappeda Litbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Setahun Kepemimpinan Eri–Armuji, Apa Kabar Surabaya”, yang digelar Forum Wartawan (F1) Surabaya, di Hotel Aria Centra, Kamis (5/2/2026).
Irvan menjelaskan, arah pembangunan Surabaya pada 2025 difokuskan pada penguatan kapasitas kota menuju pertumbuhan ekonomi inklusif melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan kerja sama strategis.
"Visi besar yang diusung adalah Transformasi Kota Surabaya Menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis, dan Berkelanjutan," jelas Irvan.
Dari sisi pembangunan manusia, Irvan mengungkapkan, IPM Surabaya pada 2025 mencapai 85,65, meningkat dibanding 2024 yang berada di angka 84,69. Angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 4,84 persen, sementara Indeks Gini turun menjadi 0,369, menandakan ketimpangan yang semakin menyempit.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 5,76 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi Surabaya tercatat 3,56 persen. Nilai investasi juga menunjukkan performa kuat dengan capaian Rp43,6 triliun.
“Kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus menguat. Pada 2025, PAD menyumbang 75,6 persen dari total APBD,” jelas Irvan.
Kemandirian fiskal tersebut diperkuat dengan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK untuk ke-13 kali berturut-turut.
Irvan menuturkan transformasi pelayanan publik menjadi salah satu fokus utama. Aplikasi Sayang Warga menjadi basis pendataan dan pendampingan warga, mulai dari stunting, ibu hamil, bayi, TBC, hingga penyakit kronis.
Di bidang perizinan, Surabaya Single Window (SSW) ditargetkan menyelesaikan layanan kurang dari 24 jam. Bahkan, layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di MPP Siola diklaim hanya membutuhkan waktu 15 menit, tercepat di Indonesia.
"Atas integrasi data tersebut, Surabaya meraih Terbaik I Satu Data Awards kategori kabupaten/kota," tuturnya.
Pendekatan pelayanan berbasis komunitas diperkuat melalui pembangunan 1.190 Balai RW, meski masih terdapat 171 RW yang belum memiliki fasilitas serupa.
Dalam aspek sosial, Surabaya mempertahankan predikat Kota Layak Anak tingkat Utama sejak 2017 hingga 2024. Surabaya juga menjadi kota pertama dan satu-satunya di Indonesia yang tergabung dalam Child Friendly Cities Initiative (CFCI) UNICEF.
Sebanyak 284 SD negeri dan 63 SMP negeri telah berstatus sekolah inklusi, didukung lima Pusat Layanan Disabilitas dan Rumah Anak Berkebutuhan Khusus.
"Program 1 RW 1 Nakes, 1 Kelurahan 1 Ambulans, penguatan Posyandu Keluarga, serta pembangunan RSUD baru menjadi bagian dari peningkatan layanan kesehatan dasar," tambahnya.
Di sektor ekonomi, Pemkot Surabaya terus mendorong penguatan UMKM melalui pelatihan, kurasi produk, akses permodalan, hingga digitalisasi melalui E-Peken.
Tercatat 114.759 produk aktif dengan total transaksi mencapai Rp223,2 miliar sepanjang Oktober 2021 hingga Januari 2026. Sebanyak 4.851 usaha masyarakat berhasil diberdayakan.
Revitalisasi eks Hi-Tech Mall untuk ekonomi kreatif, aktivasi Kota Lama dan Tunjungan Romansa, serta pengembangan kampung wisata dan kampung unggulan menjadi penggerak ekonomi berbasis wilayah.
"Jumlah kunjungan wisata menembus 25,4 juta perjalanan, menempatkan Surabaya sebagai salah satu 10 besar destinasi wisata singkat di ASEAN," ucap Irvan.
Di sektor infrastruktur, pembangunan dan peningkatan jalan dilakukan di berbagai titik, termasuk JLLB sisi barat, Panjang Jiwo, Prapen, dan Tambangboyo, serta paving permukiman di 186 lokasi.
Perbaikan drainase mencakup 233 lokasi sepanjang 56,36 km, menurunkan titik genangan menjadi 24 lokasi di 12 ruas jalan skala kota.
Pengelolaan sampah ditopang oleh 670 bank sampah, 27 rumah kompos, dan 12 TPS 3R, serta pengolahan energi melalui Landfill Gas Power Plant (2 MW) dan Gasifikasi Power Plant (9 MW).
"Luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) Surabaya kini mencapai 20,32 persen, didukung puluhan taman kota dan ratusan taman lingkungan.
Surabaya juga masuk Top 50 kota dunia dalam inisiatif global lingkungan, sekaligus menjadi satu-satunya wakil Indonesia," ungkapnya.
Irvan menegaskan, capaian satu tahun kepemimpinan Eri–Armuji merupakan hasil kolaborasi lintas pilar, mulai dari pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi, komunitas, hingga media.
“Integrasi lintas pilar berhasil memadukan partisipasi warga, transformasi digital, dan pelayanan publik,” tutupnya.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH





.jpg)
