MALANG (Lentera) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memprediksi akan terjadi lonjakan volume sampah hingga 70 ton selama pelaksanaan Mujahadah Kubro pada 7-8 Februari 2026 mendatang. Lonjakan tersebut diperkirakan terjadi seiring kehadiran sekitar ratusan ribu jamaah yang akan memadati Stadion Gajayana sebagai lokasi utama.
Pelaksana harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, mengatakan perhitungan tersebut didasarkan pada estimasi ritase pengangkutan sampah selama hari pelaksanaan kegiatan.
"Perkiraan sampah untuk hari-H, kemungkinan kalau perhitungan kami kurang lebih sekitar tujuh sampai delapan truk setiap pengambilan. Kalau dihitung per ton, mungkin penambahan sampah pada kegiatan itu kurang lebih sekitar 70 ton," ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Raymond menjelaskan, volume sampah harian di Kota Malang rata-rata mencapai 720 ton per hari. Dengan adanya tambahan sekitar 70 ton dari kegiatan tersebut, maka terjadi peningkatan sekitar 10 persen dari volume sampah harian biasa.
"Kalau persentase ya sekitar 10 persen. Karena 70 ton dari 720 ton tiap hari," jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Raymond menyebut pihaknya telah menyiapkan sarana pengelolaan sampah di dalam Stadion Gajayana. Sedikitnya 1.000 kantong sampah besar disiapkan di dekat pagar-pagar tribun stadion agar mudah dijangkau oleh para jamaah selama kegiatan berlangsung.
Dikatakannya, petugas kebersihan akan melakukan pemantauan secara berkala pada Minggu (8/2/2026) dini hari, tepatnya sekitar pukul 01.00 WIB, untuk memastikan kondisi trash bag tersebut.
"Begitu acara Sabtu malam dilakukan, nanti Minggu jam 01.00 dini hari, teman-teman petugas kebersihan memantau apakah trash bag itu sudah penuh atau belum. Kalau memang sudah setengah atau penuh akan diambil dan diganti yang baru," katanya.
Menurut Raymond, langkah ini dilakukan agar jamaah tetap mudah membuang sampah pada tempatnya tanpa harus kesulitan mencari lokasi pembuangan.
Lebih lanjut, terkait pengangkutan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Raymond mengaku akan tetap melakukan mobilisasi armada. Namun, terdapat penyesuaian strategi mengingat pada jam-jam tertentu akses kendaraan diperkirakan tidak dapat bergerak karena padatnya aktivitas jamaah.
Raymond menjelaskan, jamaah diperkirakan sudah mulai mengikuti rangkaian kegiatan sejak Sabtu (7/2/2026) pukul 23.00 WIB, sehingga pada rentang pukul 00.00 hingga 01.00 WIB kemungkinan sudah tidak ada pergerakan kendaraan di sekitar lokasi stadion.
Untuk mengatasi hal tersebut, DLH menyiagakan 2 unit dump truck di Jalan Tenes, tepatnya di pintu keluar Malang Olympic Garden (MOG) sisi barat. Lokasi tersebut akan dijadikan sebagai titik penampungan sementara sampah yang diambil dari dalam stadion maupun area parkir.
"Sehingga ada dua kendaraan dump truck yang ditaruh di Jalan Tenes, di pintu keluar MOG sisi barat untuk penempatan sementara sampah-sampah yang diambil dari dalam stadion maupun halaman parkiran," jelasnya.
Selain mengandalkan petugas kebersihan DLH, kegiatan rangkaian peringatan Harlah 1 Abad NU ini juga melibatkan unsur relawan. Sekitar 1.000 anggota Pramuka Kota Malang dijadwalkan membantu proses pengelolaan kebersihan selama acara berlangsung.
"Dukungan serupa juga datang dari unsur Banser yang turut membantu di lapangan," ungkap Raymond. (*)
Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi




.jpg)
