05 February 2026

Get In Touch

Cara Tepat Hempas Komedo Hitam

Cara Tepat Hempas Komedo Hitam

SURABAYA ( LENTERA ) - Komedo hitam atau blackheads kerap menjadi permasalahan kulit yang menimbulkan frustrasi. Meski telah dibersihkan, komedo sering kali muncul kembali dalam waktu singkat. 

Kondisi ini terjadi karena komedo hitam terbentuk dari campuran sebum dan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori. Saat terpapar udara, sumbatan tersebut mengalami oksidasi sehingga tampak berwarna hitam.

Komedo muncul ketika sel kulit mati terperangkap bersama minyak di permukaan pori-pori. Warna hitam pada komedo bukan disebabkan oleh kotoran, melainkan akibat proses oksidasi. 

Hal ini disampaikan oleh Dermatolog Jessie Cheung, MD, seperti dikutip dari Allure. Ia menjelaskan bahwa komedo hitam merupakan tanda kulit berminyak dengan pori-pori yang tersumbat.

Agar komedo dapat diatasi secara efektif, diperlukan pendekatan perawatan yang lembut, konsisten, serta berbasis metode yang tepat.

Jangan langsung menekan atau memencet

Banyak orang tergoda memencet komedo karena hasilnya terlihat instan. Padahal, kebiasaan ini justru dapat memperburuk kondisi kulit. Cheung mengingatkan bahwa memencet komedo berisiko mendorong kotoran masuk lebih dalam ke pori-pori sehingga berpotensi menimbulkan luka, bekas permanen, hingga infeksi.

Dermatolog Nazarian, MD, menegaskan bahwa bakteri dari tangan dapat masuk ke kulit dan memicu infeksi. Selain itu, tekanan berlebihan dapat memperlebar pori-pori sehingga komedo lebih mudah muncul kembali. 

Oleh karena itu, langkah awal untuk mengatasi komedo hitam adalah menghindari kebiasaan memencetnya. Dengan memahami bahwa komedo merupakan masalah struktural pada pori-pori, perawatan sebaiknya difokuskan pada solusi jangka panjang, bukan sekadar menghilangkan kotoran.

Gunakan eksfoliasi kimia yang lembut dan terarah

Cara paling efektif untuk mengatasi komedo hitam adalah dengan menggunakan bahan aktif yang mampu melunakkan sekaligus membersihkan sumbatan di dalam pori-pori. Cheung merekomendasikan penggunaan bahan keratolitik kimia seperti asam salisilat (salicylic acid), retinol, dan asam glikolat (glycolic acid).

Dermatolog Joshua Zeichner, MD, menyebutkan bahwa asam salisilat merupakan bahan andalan untuk mengatasi komedo hitam karena sifatnya yang larut dalam minyak. 

Kandungan ini mampu menembus sebum di dalam pori-pori serta membantu mengangkat minyak berlebih dan mengeksfoliasi sel kulit mati di permukaan kulit.

Eksfoliasi tidak perlu dilakukan secara agresif. Cukup gunakan pembersih wajah atau toner yang mengandung asam salisilat secara rutin. Asisten profesor klinis dermatologi di New York University, Shari Marchbein, MD, menyarankan eksfoliasi maksimal tiga kali seminggu untuk kulit berminyak dan satu kali seminggu untuk kulit sensitif agar tidak menimbulkan iritasi.

Gunakan retinol untuk perawatan komedo yang membandel

Untuk komedo yang lebih dalam dan sulit diatasi, retinol dapat menjadi pilihan perawatan yang efektif. Shari Marchbein, MD, menjelaskan bahwa retinoid membantu mengurangi penumpukan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori sekaligus mempercepat proses regenerasi kulit. Retinol bekerja hingga ke akar permasalahan, tidak hanya membersihkan permukaan kulit.

Dengan penggunaan secara rutin, tekstur kulit akan terasa lebih halus, pori-pori tampak lebih bersih, dan risiko munculnya komedo baru dapat berkurang. Namun, menurut Dermatolog Sejal Shah, MD, retinoid topikal memiliki potensi iritasi sehingga pemakaiannya perlu dimulai secara bertahap agar kulit dapat beradaptasi.

Jangan lupa melembapkan kulit

Banyak orang dengan komedo justru menghindari penggunaan pelembap karena khawatir kulit menjadi semakin berminyak. Padahal, anggapan tersebut keliru. 

Direktur Penelitian Kosmetik dan Klinis di Mount Sinai New York City, Jeremy S. Fenton, MD, menjelaskan bahwa berbagai metode eksfoliasi dapat membuat kulit menjadi kering sehingga pelembap sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan pelindung kulit (skin barrier).

Ia menambahkan, semua metode perawatan tersebut berpotensi mengurangi minyak alami kulit dan menyebabkan kulit kering. Kondisi kulit yang terlalu kering justru akan memicu produksi minyak berlebih sebagai kompensasi, sehingga risiko munculnya komedo semakin tinggi. 

Oleh karena itu, penggunaan pelembap ringan dan nonkomedogenik penting untuk menjaga kelembapan kulit tanpa menyumbat pori-pori.

Konsisten menjadi kunci

Instruktur klinis di Mount Sinai, New York City, Carmen Castilla, MD, mengingatkan bahwa pencegahan jangka panjang jauh lebih penting dibandingkan hasil instan. Menurutnya, meskipun komedo tampak tidak meradang, peradangan ringan tetap dapat terjadi di bawah permukaan kulit dan berpotensi menimbulkan bekas jika tidak ditangani dengan tepat.

Mengatasi komedo bukanlah hasil dari satu kali perawatan, melainkan kebiasaan yang dilakukan secara rutin. Pembersihan wajah yang lembut, eksfoliasi teratur, penggunaan bahan aktif yang sesuai, serta menjaga kelembapan kulit merupakan rangkaian perawatan yang saling melengkapi. 

Dengan pendekatan yang konsisten, komedo hitam akan berkurang secara bertahap, pori-pori tampak lebih bersih, dan kondisi kulit menjadi lebih sehat secara menyeluruh. (Ella-UINSA, berkolaborasi dalam tulisan ini).

 

Kebiasaan Penyebab pori pori tersumbat
Dokter kulit Samer Jaber, MD, di Washington Square Dermatology di New York City menyebutkan ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat menyebabkan pori-pori tersumbat.


Tidur di sprei kotor
Pada umumnya, seprai dicuci satu kali dalam seminggu. Namun, jika pori-pori kulit kerap tersumbat, pencucian seprai perlu dilakukan lebih sering guna mengurangi kotoran yang menempel pada kulit.

Sarung bantal dan seprai mudah menyerap minyak, kotoran, serta sel kulit mati. Zat-zat tersebut dapat berpindah kembali ke kulit saat tidur pada malam hari, sehingga berisiko menyumbat pori-pori dan memicu munculnya noda pada kulit.

Dr. Jaber, asisten profesor klinis dermatologi di Icahn School of Medicine, Mount Sinai, menyatakan bahwa kebiasaan mencuci seprai dapat memberikan dampak yang signifikan, terutama bagi individu yang mudah berkeringat. Ia menyarankan agar sarung bantal harus diganti setidaknya setiap 3 hari.

Sering menyentuh wajah
Sering menyentuh wajah dapat memicu timbulnya jerawat melalui penyebaran bakteri Propionibacterium acnes (P. acnes), ujar Dr. Jaber.
Dalam aktivitas sehari-hari, tanpa disadari seseorang menyentuh berbagai benda yang dipenuhi kuman dalam jumlah besar, seperti uang tunai, gagang wastafel, pegangan di transportasi umum, railing tangga, eskalator, hingga gagang pintu.

Ketika wajah disentuh berulang kali sepanjang hari, tangan dapat memindahkan bakteri, virus, minyak, alergen, serta kotoran ke permukaan kulit. Paparan tersebut berpotensi menyumbat pori-pori dan memicu permasalahan kulit.
Untuk mengurangi kebiasaan tersebut, langkah yang dapat dilakukan adalah membersihkan tangan secara teratur serta meningkatkan kesadaran agar tidak menyentuh wajah secara berlebihan.

Menggunakan make up saat berolahraga
Berkeringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk membantu mendinginkan kulit. Namun, penggunaan riasan saat berolahraga dapat menjebak keringat dan bakteri sehingga menyumbat pori-pori. Kondisi tersebut berpotensi memicu terbentuknya komedo, iritasi kulit, serta meningkatkan risiko munculnya jerawat, ujar Dr. Jaber.
Ia menambahkan, penggunaan riasan tebal secara terus-menerus saat beraktivitas di pusat kebugaran dapat memperburuk kondisi kulit. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut berisiko membuat jerawat semakin parah dan warna kulit tampak tidak merata.(*)

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.