18 January 2026

Get In Touch

Semarak Peringatan Isra' Mikraj di Masjid Istiqlal, Penguatan Amal Ibadah dan Nilai Spiritual

Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Agama RI Prof. K.H. Nasaruddin Umar serta Menteri PPA Arifah Choiri menghadiri peringatan Isra' Mikraj di Masjid Istiqlal pada Sabtu (17/1/2026)
Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Agama RI Prof. K.H. Nasaruddin Umar serta Menteri PPA Arifah Choiri menghadiri peringatan Isra' Mikraj di Masjid Istiqlal pada Sabtu (17/1/2026)

JAKARTA (Lentera) – Ribuan Anggota Muslimat NU semarakkan peringatan Isra' Mikraj di Masjid Istiqlal pada Sabtu (17/1/2026). Momen itu menjadi bagian dari penguatan amal ibadah dan penguatan nilai spiritual. 

Peringatan Isra' Mikraj di Masjid terbesar se Asia Tenggara itu turut dihadiri Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Agama RI Prof. K.H. Nasaruddin Umar serta Menteri PPA Arifah Choiri.  Selain itu  juga menghadirkan Nara Sumber populer Ustadz Das'ad Latif serta semarakkan sekitar  6.000 jemaah anggota Muslimat NU se-wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek).

Dihadapan ribuan jemaah yang hadir, Khofifah menyampaikan hadirnya jemaah Muslimat NU, lanjut Khofifah, menjadi bagian dari penguatan amal ibadah dan penguatan nilai spiritual. Di dalam peringatan Isra’ Mikraj ini ada majlis ilmu, mendengarkan pembacaan ayat suci Alquran, melantunkan kalimat thoyibah, membaca shalawat, silaturahmi dan meramaikan masjid.

"Hadirnya kita dalam majlis ini semoga dicatat sebagai amal ibadah, dan amal ibadah ini yang akan mengantarkan kitan saat menghadap Allah agar kita dipanggil sebagai husnul khotimah," katanya.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, ibadah yang diamalkan sebagai bekal adalah ibadah kepada Allah atau hablu minallah dan kepada sesama atau hablu minanaas. Hablu minallah dilakukan dengan salat, puasa dan ibadah lain yang berhubungan langsung dengan Allah.

Sementara hablu minannaas  diimplementasikan dengan berkolaborasi, bersinergi dengan berbagai pihak, menjalin harmoni dengan sesama serta berbagai kesolehan sosial.

Kofifah juga mengatakan peringatan Isra’ Mikraj di Masjid Istiqlal ini menjadi referensi bagaimana hati, pikiran dan gerakan bertaut dengan masjid. Maksudnya kita bergerak dari tempat yang suci ke tempat yang suci (minal masjid ilal masjid). "Jadi referensi kita bagaimana gerakan kita minal masjid ilal masjid, bagaimana pikiran kita minal masjid ilal masjid, bagaimana hati kita minal masjid ilal masjid," katanya.

"Bahwa ada niat, keinginan dan kemudian diimplementasikan bagaimana kecintaan kita kepada masjid, ini bisa menjadi referensi untuk selalu meramaikan masjid, memakmurkan masjid dan jama'ahnya," imbuhnya.

Hal ini selaras dengan yang disampaikan Menteri Agama RI yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof. K.H. Nasaruddin Umar tentang makna Isra Mi'raj ditinjau dari pemaknaan kata perjalanan.

Menag Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Isra’ Mikraj adalah safar atau perjalanan Nabi Muhamad atas undangan Allah. Sedangkan secara hakikat safar dalam konteks spritual terbagi dalam 4 jenis perjalanan.

"Hakikat safar itu ada empat perjalanan dari bawah ke atas, perjalanan dari atas ke bawah, perjalanan dari samping atau horizontal, perjalanan dalam hal organisasi atau berkelompok, perjalanan individu spiritual / kolektif beribadah," terangnya.

Dan hakikat Isra’ Mikraj, lanjutnya, adalah perjalanan nabi atas undangan Allah dimana Isra adalah safar yang bisa dicerna oleh akal. Sedangkan mikraj adalah perjalanan dari bawah ke atas yang tidak dapat dicerna akal. 

"Mikraj ini tujuannya adalah bagaimana setelah kita naik ke puncak kita bisa bersosialisasi dengan masyarakat, inilah sesungguhnya hakikat Mikraj" tuturnya.

Menag Nasaruddin Umar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Khofifah selaku Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU dan Ketua PP Muslimat NU Arifah Choiri Fauzi atas kolaborasi pelaksanaan Isra Mi'raj di Masjid Istiqlal. Sebab hal ini sangat positif karena berseiring dengan ikhtiar memakmurkan masjid.

"Terima kasih ibu Khofifah sebagai orang tertinggi di Muslimat NU, silakan kalau Muslimat ingin memanfaatkan Masjid Istiqlal sekali sebulan seperti ini, insyaallah kami akan fasilitasi," ucapnya.

Sedangkan Penceramah Ustad Das'ad Latif menyampaikan bahwa makna terpenting dari peristiwa Isra’ Mikraj adalah salat. Menurutnya ketika banyak terjadi permasalahan hidup maka salah satu yang harus dilakukan adalah evaluasi ibadah salat.

"Saat ada masalah jangan dibagikan di media sosial tetapi kembali salat, evaluasi salat kita," tegasnya. 

Seusai menghadiri peringatan Isra' Mikraj, Khofifah bersama Arifah Choiri Fauzi berkesempatan meninjau Terowongan Silaturahmi. Yaitu jalur bawah tanah sepanjang 33,8, lebar 4,5 meter, dan tinggi 3 meter yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta sebagai simbol toleransi dan persaudaraan beragama. (*)

 

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.