16 January 2026

Get In Touch

Mantan Ranger Hijau Ditangkap, Pakai Jurus yang Dipelajari Saat Syuting untuk Bobol 43 Rumah

Yasutomo Ihara, mantan pemeran pengganti asal Jepang dalam produksi Power Rangers, beralih dari melakukan aksi akrobat di depan kamera menjadi protagonis dalam cerita yang layak dijadikan serial kriminal (@Pacebook)
Yasutomo Ihara, mantan pemeran pengganti asal Jepang dalam produksi Power Rangers, beralih dari melakukan aksi akrobat di depan kamera menjadi protagonis dalam cerita yang layak dijadikan serial kriminal (@Pacebook)

SURABAYA (Lentera) -Yasutomo Ihara, seorang pemeran pengganti dan aktor kostum tokusatsu Jepang yang karyanya membantu menghidupkan adegan aksi dalam acara superhero yang kemudian diadaptasi menjadi Power Rangers, ditangkap polisi karena membobol 43 rumah. 

Bagi jutaan penonton yang menyaksikan Power Rangers, mungkin tak banyak yang tahu bahwa adegan antara pertempuran dan drama diambil secara terpisah. 

Para aktor merekam dialog dan adegan tanpa topeng mereka di California, sementara adegan pertempuran epik diambil dari serial Super Sentai Jepang.

Banyak adegan disatukan untuk menciptakan serial ikonik yang dicintai para penggemar.

Yasutomo adalah salah satu pemerannya, di mana dia menjadi Ranger Hijau. 

Bertahun-tahun kemudian, kabar datang dari Yasutomo, bukan karyanya melainkan aksi kejahatan yang dilakukan. 

Kehidupan Ihara mengalami perubahan tak terduga antara akhir tahun 2013 dan 2014 setelah ia melakukan serangkaian pencurian di Jepang yang akhirnya menyebabkan penangkapannya pada tahun 2014.

Ia mengungkapkan bahwa keterampilan yang sama yang membuatnya menjadi pemain akrobat memungkinkannya untuk melakukan kejahatan-kejahatan ini.

Yasutomo Ihara Menggunakan Pelatihannya untuk Masuk ke 43 Rumah di Jepang

Yasutomo Ihara melakukan serangkaian pencurian di seluruh Prefektur Saitama, sebelum akhirnya tertangkap dan mengaku telah melakukan setidaknya 43 perampokan.

Dia mengakui bahwa latar belakangnya sebagai pemain akrobat memungkinkannya untuk memanjat tembok, tiang, dan balkon untuk masuk melalui lantai atas.

Media di Jepang menjulukinya sebagai "Pencuri Manusia Laba-laba".

Mengutip Kompas, ia mengungkapkan bahwa ia melakukan kejahatan ini karena kesulitan keuangan setelah cedera lutut pada tahun 2009 mengakhiri kariernya sebagai pemeran pengganti, sehingga Ihara kesulitan mendapatkan penghasilan yang stabil.

Ia kemudian menjelaskan bahwa pencurian tersebut dimaksudkan untuk membantunya membiayai sekolah drama dan memberikan kesempatan untuk menghidupkan kembali keterlibatannya di industri hiburan.

Pada saat itu, barang curian tersebut bernilai sekitar 8,2 juta yen atau sekitar Rp 873 juta (dengan kurs Yen saat ini), dan ia secara resmi dijatuhi hukuman lima tahun penjara pada tahun 2020 (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.