15 January 2026

Get In Touch

Lahan Flyover Taman Pelangi Tuntas, Proyek untuk Mengurai Kemacetan Senilai Rp400 Miliar Dimulai

Pembebasan Lahan Taman Pelangi.
Pembebasan Lahan Taman Pelangi.

SURABAYA (Lentera) -Pembangunan flyover Taman Pelangi Surabaya kian mendekati tahap realisasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan 29 persil lahan telah dibebaskan melalui mekanisme konsinyasi, menandai dimulainya proyek multiyears senilai Rp350–400 miliar yang ditujukan untuk mengurai kemacetan sekaligus menekan risiko banjir di Surabaya selatan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan seluruh bangunan akan diratakan maksimal dalam dua hari sebagai bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur strategis tersebut.

“Alhamdulillah semua bangunan yang ada di Taman Pelangi ini sudah dikonsinyasi dan sudah menerima uang. Jadi hari ini kita tuntaskan perobohan untuk seluruh bangunan rumah. Insyaallah kemarin Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga sudah merencanakan, sehingga nanti segera dilakukan survei dan pelaksanaannya bisa dimulai tahun ini,” kata Eri usai meninjau lokasi, Kamis (15/1/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan flyover Taman Pelangi akan dilaksanakan secara multiyears karena nilai anggarannya cukup besar. Proyek tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pada 2026 dan dilanjutkan hingga 2027 dengan estimasi anggaran sekitar Rp400 miliar.

“Pelaksanaannya dilaksanakan tahun ini dan 2027, karena anggarannya besar, sekitar Rp400 miliaran,” jelasnya.

Selain mengurai kemacetan, proyek flyover Taman Pelangi juga diarahkan untuk mempercepat penanganan banjir di kawasan tersebut. Pemkot Surabaya akan memanfaatkan ruang yang kini sudah bebas bangunan untuk melebarkan saluran drainase yang selama ini dinilai tidak optimal.

“Dengan robohnya bangunan ini, percepatan penanganan banjir bisa dilakukan. Saluran yang ada selama ini tidak bisa lancar karena putus dan patah, sehingga mempengaruhi laju air,” paparnya.

Eri mengaku telah menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya untuk segera melakukan penyesuaian kapasitas saluran agar aliran air dapat mengalir lebih lancar.

“Karena bangunan ini sudah konsinyasi semua, kita punya waktu. Insyaallah maksimal dua hari seluruh area sudah rata,” terangnya.

Pemkot Surabaya juga telah menyampaikan perkembangan pembebasan lahan tersebut kepada Kementerian PU agar pembangunan flyover dapat dimulai lebih cepat. Eri berharap proses perencanaan hingga pelelangan bisa segera rampung.

“Semoga percepatan ini bisa dikerjakan di triwulan pertama atau triwulan kedua. Di akhir triwulan pertama sudah bisa mulai ada proses pekerjaan flyover Taman Pelangi sehingga kemacetan warga bisa berkurang,” tambahnya.

Eri menyebut desain flyover telah dibahas dan disepakati bersama Kementerian PU sejak tahun lalu. Saat ini, proyek memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebelum dilelang.

Flyover Taman Pelangi direncanakan memiliki dua hingga dua setengah lajur dan dibangun oleh Kementerian PU. Proyek ini ditargetkan rampung pada awal 2027. “Karena ini multiyears, targetnya selesai di awal Januari 2027. Setelah DED, langsung dilelang dan dikerjakan,” ujarnya.

Selain kemacetan, Eri juga menyoroti kawasan Taman Pelangi sebagai simpul banjir akibat pertemuan sejumlah aliran drainase, termasuk aliran dari Kebon Agung. Karena itu, optimalisasi saluran dan rumah pompa di wilayah Surabaya selatan akan terus dilakukan.

“Yang terpenting, pembangunan di titik ini bisa segera dilakukan agar kemacetan dan banjir di simpul paling parah ini bisa diselesaikan,” tutupnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.