15 January 2026

Get In Touch

KOMPPI Art Space Resmi Dibuka di Tamini Square Mall, Hadirkan “Art in Motion” di Ruang Publik

KOMPPI Art Space terbuka untuk publik dan mengundang masyarakat untuk hadir serta menjadi bagian dari gerak seni di ruang publik (Instagram)
KOMPPI Art Space terbuka untuk publik dan mengundang masyarakat untuk hadir serta menjadi bagian dari gerak seni di ruang publik (Instagram)

JAKARTA (Lentera) -Sebuah ruang seni baru yang digagas oleh Komunitas Perupa Perempuan Indonesia (KOMPPI) resmi hadir di ruang publik.

KOMPPI Art Space akan dibuka pada hari Senin (19/1/2026) pukul 14.00 WIB di Tamini Square Mall, lantai dasar, Jakarta Timur.

Mengusung tagline “Art in Motion”, KOMPPI Art Space hadir sebagai ruang seni yang hidup, dinamis, dan inklusif. Tidak sekadar menjadi tempat memajang karya, ruang ini dirancang sebagai tempat di mana seni dapat dilihat, diciptakan, dipelajari, dan dialami secara langsung.

Pengunjung dapat menyaksikan proses berkarya seniman, berinteraksi, mengikuti workshop, hingga memiliki karya seni. 

Ketua Umum KOMPPI, Indah Soenoko, menjelaskan bahwa kehadiran KOMPPI Art Space berangkat dari kegelisahan atas seni rupa yang kerap terjebak di ruang yang terbatas dan eksklusif. 

“Mall adalah ruang publik dengan lalu lintas manusia yang tinggi, tempat berbagai lapisan masyarakat bertemu. Dengan hadir di mall, kami ingin mendekatkan seni ke keseharian, menjadikannya sesuatu yang akrab dan tidak berjarak,” ujarnya, yang diamini oleh Titiek Sundari selaku Ketua Pelaksana KOMPPI.

Indah juga mengapresiasi keterbukaan pihak Tamini Square Mall yang memberikan ruang bagi KOMPPI untuk beraktivitas.“Kami disambut dengan baik dan diberi ruang untuk menjalankan berbagai aktivitas seni yang kami namai KOMPPI Art Space,” tambahnya. 

Visi utama KOMPPI Art Space adalah menjadikan seni sebagai pengalaman hidup, bukan hanya tontonan belaka. Ruang ini diharapkan menjadi tempat di mana seni bergerak, tumbuh, dan berdialog dengan publik, sekaligus mendorong kreativitas, pembelajaran, dan apresiasi lintas usia serta latar belakang. Kehadiran KOMPPI Art Space juga sejalan dengan misi Tamini Square Mall dalam mendukung pengembangan budaya dan pendidikan. 

Keunikan KOMPPI Art Space terletak pada pendekatannya yang terbuka. Karya seni tidak hanya dipajang, tetapi proses penciptaannya dapat disaksikan secara langsung saat seniman berkarya di situ. Melalui pendekatan ini, publik diajak memahami bahwa seni lahir dari ketekunan, eksplorasi, dan kejujuran ekspresi, sebuah proses yang menjadi jiwa dari seni itu sendiri. 

Interaksi menjadi inti dari KOMPPI Art Space. Pengunjung dapat berdialog langsung dengan seniman, berdiskusi, hingga terlibat dalam proses kreatif melalui berbagai program.

Selain pameran, KOMPPI Art Space menghadirkan demonstrasi melukis, workshop tematik, termasuk eksplorasi medium seperti melukis dengan kopi, kelas belajar melukis, pelatihan, serta layanan pemesanan karya. 

Art Space ini terbuka bagi berbagai kalangan, mulai dari pengunjung mall, keluarga, pelajar, pekerja kreatif, hingga masyarakat umum yang mungkin belum akrab dengan seni rupa.

Bagi seniman yang tergabunga dalam komunitas ini, KOMPPI Art Space menyediakan ruang berkarya yang aktif, kesempatan berinteraksi dengan publik, serta akses pasar melalui pemesanan karya, sekaligus mendukung keberlanjutan praktik kreatif mereka. 

Kehadiran seni di mall dipandang sebagai peluang untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam. Mall tidak hanya menjadi ruang konsumsi, tetapi juga ruang pertemuan budaya, tempat seni hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. 

Acara pembukaan KOMPPI Art Space akan dimeriahkan dengan display karya seni, hiburan pembukaan, serta workshop melukis dengan kopi, sebuah pengalaman kreatif yang memadukan seni rupa dan eksplorasi medium yang tidak biasa. 

Melalui konsep Art in Motion, KOMPPI Art Space mengajak publik melihat seni sebagai proses yang terus bergerak: dari ide, ke kanvas, hingga ke ruang hidup masyarakat.

KOMPPI Art Space terbuka untuk publik dan mengundang masyarakat untuk hadir serta menjadi bagian dari gerak seni di ruang publik (*)

Penulis: Eko Wienarto, Wartawan Tinggal di Jakarta|Editor:Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.