15 January 2026

Get In Touch

Pemkot Malang Siapkan Ratusan Juta untuk Perkuat Pondasi Jembatan Brawijaya

Jembatan Brawijaya, kawasan Pasar Splendid Kota Malang. (Santi/Lentera)
Jembatan Brawijaya, kawasan Pasar Splendid Kota Malang. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan tidak akan melakukan pembongkaran total terhadap kosntruksi Jembatan Brawijaya di kawasan Pasar Splendid. Pemkot hanya mengalokasikan anggaran ratusan juta rupiah untuk memperkuat pondasi jembatan yang telah terkikis.

"Itu akan kami anggarkan untuk penguatan pondasinya yang sudah tergerus," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, Kamis (15/1/2026).

Ditegaskannya, perbaikan pondasi tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat dan ditargetkan terealisasi pada tahun anggaran 2026 ini. Menurut Dandung, penanganan ini bersifat mendesak agar tidak berdampak pada fungsi jembatan ke depan.

Disinggung terkait sumber pendanaan, Dandung memastikan anggaran penguatan pondasi Jembatan Brawijaya akan berasal dari APBD Kota Malang. Ia menekankan, pekerjaan yang dilakukan tidak berskala besar karena hanya menyasar bagian pondasi.

Lebih lanjut, Dandung menegaskan proyek ini tidak mencakup pembongkaran atau perbaikan keseluruhan konstruksi jembatan. Secara struktur, menurutnya Jembatan Brawijaya dinilai masih dalam kondisi aman untuk digunakan masyarakat. "Toh Jembatan Brawijaya kan tidak untuk kendaraan roda empat. Jadi hanya untuk roda dua saja," tambahnya.

Untuk kebutuhan anggaran, Dandung menyebutkan nilai pasti masih dalam tahap perhitungan. Namun, estimasi biaya penguatan pondasi berada di kisaran ratusan juta rupiah. "Angka pastinya saya lupa. Tetapi paling sekitar antara Rp300-500 jutaan," ungkapnya.

Selain penanganan teknis jembatan, Pemkot Malang juga memiliki rencana  untuk melakukan penataan kawasan di sekitar Pasar Splendid. Rencana tersebut merupakan gagasan Wali Kota Malang untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut sebagai satu kesatuan ruang kota.

"Jadi kalau secara keseluruhan, nanti akan ada penataan kawasan di sana," jelas Dandung.

Penataan kawasan yang dimaksud tidak hanya berfokus pada Jembatan Brawijaya, melainkan juga mencakup area Pasar Splendid dan kawasan sekitarnya. Konsep penataan ini diarahkan untuk menghidupkan kembali identitas kawasan yang dahulu dikenal dengan aktivitas Pasar Senggol.

Dandung menambahkan, setelah penguatan pondasi jembatan rampung, penataan kawasan akan direalisasikan secara bertahap. Harapannya, kawasan Pasar Splendid dapat terhubung dengan kawasan Heritage Kayutangan yang lebih dulu dikenal sebagai destinasi wisata kota.

"Kami nanti akan melakukan revitalisasi juga, termasuk revitalisasi kawasannya. Konsepnya seperti itu, tidak hanya pakai cat saja," pungkas Dandung. (*)


Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.