15 January 2026

Get In Touch

Lima Desa di Probolinggo Terendam Banjir Hingga Satu Meter

Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo, Oemar Sjarief meninjau rumah warga yang terdampak banjir di Kecamatan Sumherasih, Sabtu (10/1/2026) malam. (foto:ist/Ant)
Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo, Oemar Sjarief meninjau rumah warga yang terdampak banjir di Kecamatan Sumherasih, Sabtu (10/1/2026) malam. (foto:ist/Ant)

PROBOLINGGO (Lentera) - Sebanyak lima desa di Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dilanda banjir dengan ketinggian air hingga 1 meter, pada Sabtu (10/1/2026) petang.

"Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi pada pukul 15.00 WIB hingga petang, mengakibatkan debit air sungai naik dan menggenang ke pemukiman warga setinggi pinggang orang dewasa," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo, Oemar Sjarief mengutip Antara, Sabtu (10/1/2026).

Menurutnya, banjir menggenangi rumah warga yang berada di tiga desa di Kecamatan Sumberasih, yakni Desa Lemahkembar, Banjarsari, dan Ambulu. Namun, tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.

"Data sementara rumah warga yang terdampak banjir sebanyak 32 rumah, namun pendataan masih terus dilakukan," tuturnya.

Ia mengatakan, BPBD Kabupaten Probolinggo dan instansi yang terlibat menuju lokasi kejadian untuk melakukan asesmen dan membantu warga yang terdampak banjir tersebut.

"Kami bergerak cepat untuk menangani banjir yang melanda Kecamatan Sumberasih, sehingga diharapkan bisa segera surut," katanya.

Sementara itu, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Probolinggo juga menyebabkan jalan Desa Kedungdalem-Desa Dringu tergenang banjir.

"Khususnya area Dusun Krajan Bandaran sampai depan Balai Desa Dringu saat ini tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua," ujarnya.

Oemar mengimbau, pengendara agar tidak melintas di area tersebut untuk sementara sampai kondisi jalan kembali normal. Pengendara agar menggunakan jalur alternatif yang tidak tergenang.

"Jalan Desa Kedungdalem-Desa Dringu, khususnya area Dusun Krajan Bandaran sampai depan Balai Desa Dringu, saat ini tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor akibat genangan air yang dapat mematikan mesin kendaraan roda dua," ujarnya.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.