SURABAYA (Lentera) - Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatera Barat menyebut pihaknya membutuhkan tim geolistrik untuk mengukur serta mengkaji lebih jauh fenomena sinkhole (tanah tiba-tiba berlubang) di Kabupaten Limapuluh kota, Sumatra Barat (Sumbar).
"Kita butuh tim geolistrik untuk mengukur atau menduga kejadian di bawah permukaan," kata Ketua IAGI Provinsi Sumbar melansir CNNIndonesia Kamis (8/1/2026).
Dia menyebut tim geolistrik sangat dibutuhkan untuk memastikan penyebab serta apa saja potensi yang berkemungkinan terjadi di dalam lubang tersebut. Pasalnya, hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab munculnya lubang berdiameter 10 meter dengan kedalaman lima meter lebih tersebut.
Sembari menunggu kehadiran tim geolistrik yang kemungkinan diutus oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Geologi, atau instansi terkait, Dian mengimbau masyarakat untuk menjauhi lubang tersebut.
Salah satu yang dikhawatirkan IAGI adalah kondisi permukaan tanah di sekitar lubang sudah rapuh.
Terlebih, jika kawasan tersebut merupakan daerah bukit kapur atau gamping yang rawan ambruk ketika larut dengan air maka sangat membahayakan keselamatan.
"Kita khawatirnya atapnya itu sudah rawan dan tidak stabil serta bisa memunculkan runtuhan baru sehingga diimbau jangan mendekat apalagi beramai-ramai ke sana," tuturnya.
Menurut Dian, fenomena seperti yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota cukup umum terjadi di kawasan bukit kapur. Sebagai contoh fenomena air yang tiba-tiba hilang di daerah Indarung, Kota Padang. (*)
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)
