15 January 2026

Get In Touch

Ratusan Kendaraan Terjebak Macet, Jalur Padang-Pasaman Barat Terendam Banjir

Kendaraan sedang antrian menunggu air menyusut di Muaro Kandang, Nagari Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Selasa (30/12/2025). (foto:ist/Ant)
Kendaraan sedang antrian menunggu air menyusut di Muaro Kandang, Nagari Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Selasa (30/12/2025). (foto:ist/Ant)

PADANG (Lentera) - Jalan nasional menghubungkan Kota Padang-Pasaman Barat tepatnya di Muaro Kandang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat direndam banjir setinggi 80-100 centimeter akibat Sungai Batang Nanggang meluap, Selasa (30/12/2025) sore.

Hingga ratusan kendaraan dari arah Padang-Pasaman Barat maupun sebaliknya, terjebak macet di lokasi tersebut.

"Ada sekitar dua kilometer kendaraan terjebak macet di lokasi banjir tersebut," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Agam, AKP Irawady di Lubuk Basung merilis Antara, Selasa (30/12/2025).

Ia mengatakan, kendaraan tidak bisa melewati daerah itu karena air Sungai Batang Nanggang meluap ke jalan dan arus juga cukup deras, sehingga kendaraan beresiko dibawa arus.

Untuk itu, diimbau kepada pengendara untuk berhati-hati saat melewati jalan tersebut atau menunda perjalanan karena bisa dibawa arus.

"Pengendara roda dua atau empat diminta untuk berhati-hati atau menunda perjalanan sementara waktu sampai banjir berkurang," katanya.

Salah seorang sopir truk, Wen menambahkan pihaknya sudah satu jam lebih terjebak macet, karena kendaraan tidak bisa melewati jalan nasional itu.

"Sudah satu jam lebih saya berada di lokasi ini karena kendaraan tidak bisa menerobos banjir," katanya.

Ia mengakui, perjalanan menuju Pakanbaru, Riau cukup terganggu dengan adanya banjir ini.

Namun, pihaknya bakal menunggu sampai kondisi air berkurang dan sudah bisa dilalui kendaraan.

Ruas jalan di Muaro Kandang, Nagari Aia Barat, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam merupakan rawan banjir atau langganan banjir apabila curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu.

Ini mengingat, badan jalan lokasi kerendahan dan ditambah sungai tidak bisa menampung debit air saat curah hujan tinggi.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.