KEDIRI (Lentera) -Wujud sebuah patung macan di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur menuai sorotan atau viral. Sebab, patung macan hitam putih itu dinilai tidak mirip seekor macan.
Pematung macan putih yang viral di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Suwari (60) mengaku menyelesaikan pengerjaan patung tersebut hanya selama 18 hari.
Warga Desa Balongjeruk itu diketahui merupakan pelaku seni ludruk. Sebelum vakum karena usia, dia aktif sebagai pemukul kendang penampilan ludruk.
Suwari mengatakan, dirinya merasa sudah membuat patung tersebut sesuai dengan yang diinginkan kepala desa dan telah mengerahkan segenap kemampuannya untuk merealisasikan patung macan putih tersebut
"Itu kan permintaan Pak kepala desa. Untuk membuat patung macan putih sesuai cerita desa. Sudah sesuai dengan gambar, hanya beda lorengnya. Di gambar kuning, di sini loreng putih disesuaikan cerita,” ujar Suwari pada wartawan.
Suwari pun menyebut, ongkos yang didapatnya dari pembuatan patung tersebut sebesar Rp 2 juta yang anggarannya didapatkan dari kepala desa.
Dia lalu mengerjakan pembuatan patung macan putih dengan sistem borongan atau borong kerja. Sedangkan belanja material mulai dari semen, pasir, besi, maupun kawat sebagai bahan baku patung tersebut disiapkan oleh kepala desa.
Suwari mengaku, menyelesaikan pekerjaan itu selama 18 hari dan dilakukannya seorang diri tanpa bantuan kuli atau pematung lainnya. Itu pun tiap harinya dikerjakan hanya setengah hari saja.
"Saya mborong kerja. Saya kerjakan sendiri selama 18 hari tanpa bawa kuli,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Balungjeruk, Safi'i mengatakan, total biaya pembuatan patung macan putih meliputi ongkos pematung dan seluruh material yang dibutuhkan sebesar Rp 3,5 juta.
Safi'i pun memastikan hingga bersumpah seluruh anggaran biaya tersebut bukan dari dana pemerintah atau dana desa, melainkan murni dari kantong pribadinya.
“Bil haq (bersumpah) anggarannya bukan dari dana desa. Dari saya sendiri,” ujar Safi'i, dikutip Kompas, Senin (29/12/2025).
Sebelumnya diberitakan, patung macan putih di Desa Balongjeruk tersebut menyedot perhatian masyarakat karena wujudnya yang dianggap tidak proporsional.
Penggambaran anatomi tubuh macan dinilai melenceng jauh dari sosok hewan yang selama ini dikenal sangat gagah itu.
Perihal bentuk atau perwujudan yang dinilai elenceng itu, menurut Suwari, sengaja dibuat seperti itu karena sejumlah alasan, mulai dari ramah anak hingga ramah tamu pengunjung desa.
“Mulutnya saya buat mingkem seperti itu memang agar tidak menakuti anak-anak. Apalagi lokasinya di pinggir jalan, kalau mulutnya mangap kesannya kayak mau menerkam orang saja,” ujar Suwari (*)
Editor: Arifin BH





.jpg)
