15 January 2026

Get In Touch

34 Hari Pasca-banjr dan Longsor Tapsel, 4.693 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Konsidi rumah warga yang rusak akibat banjir di Kecamatan Bayang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada Jumat (28/11/2025) -Ant
Konsidi rumah warga yang rusak akibat banjir di Kecamatan Bayang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada Jumat (28/11/2025) -Ant

MEDAN (Lentera) -Dampak banjir dan longsor yang menerjang Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, sejak Senin (24/11/2025) atau 34 hari lalu, masih dirasakan masyarakat hingga kini.

Berdasarkan data BPBD Sumut per Minggu (28/12/2025), tercatat masih ada 4.693 warga yang bertahan di pengungsian.

Selain masalah pengungsian, ribuan rumah warga dilaporkan masih dipenuhi material lumpur sisa bencana. Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru.

Aparat gabungan dari Polri dan TNI hingga Minggu (28/12/2025) masih terus berjibaku membersihkan material longsor dan lumpur yang masuk ke dalam rumah warga. Pembersihan dilakukan secara gotong royong menggunakan peralatan manual.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyebutkan tim gabungan diterjunkan ke sejumlah titik krusial agar proses pembersihan bisa lebih cepat.

Petugas menggunakan gerobak sorong, sekop, hingga cangkul untuk mengeluarkan tumpukan lumpur dari dalam hunian warga. 

"(Tim) menggunakan peralatan manual," ujar Ferry dalam keterangan tertulisnya, mengutip Kompas.

Dukungan Dapur Umum

Selain fokus pada pembersihan rumah, petugas juga membantu pengoperasian dapur lapangan di Kantor Camat Batang Toru.

Dapur ini dioperasikan untuk menjamin ketersediaan konsumsi bagi warga terdampak serta personel gabungan yang bertugas di lokasi bencana.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, saat mengunjungi Kecamatan Angkola Muara Tais pada Sabtu (27/12/2025), memastikan pemerintah pusat dan daerah akan bekerja sama memulihkan infrastruktur yang rusak, termasuk lahan pertanian warga.

"Rumah yang rusak ringan, sedang, berat, dan hilang akan diperbaiki oleh Pak Presiden. Begitu juga sawah kebun yang rusak akan kami pulihkan, dari bibit sampai pengolahan lahannya. Fasilitas umum seperti gereja dan sekolah juga akan diperbaiki, jadi amang, inang tenang, tetapi tentu ini bertahap," kata Bobby.

Data Terbaru Korban Banjir Tapsel

Hingga Minggu (28/12/2025), BPBD Sumut mencatat total korban jiwa akibat banjir dan longsor di Tapanuli Selatan mencapai 88 orang meninggal dunia.

Selain itu, terdapat 127 orang terluka, 20 orang dinyatakan masih hilang, dan 4.693 orang terpaksa mengungsi di berbagai titik pengungsian.

Kebutuhan akan bibit pertanian dan perbaikan hunian menjadi prioritas mendesak bagi warga Tapsel yang kehilangan mata pencaharian dan tempat tinggal akibat bencana dahsyat ini (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.