15 January 2026

Get In Touch

Arus Lalin Malang-Batu Meningkat, Polisi: Waspadai 5 Titik Rawan

Situasi arus lalu lintas di salah satu titik rawan, yakni simpang empat Kepuharjo, Karangploso, Kabupaten Malang, Sabtu (27/12/2025). (Santi/Lentera)
Situasi arus lalu lintas di salah satu titik rawan, yakni simpang empat Kepuharjo, Karangploso, Kabupaten Malang, Sabtu (27/12/2025). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Arus lalu lintas di jalur Malang-Batu diprediksi meningkat pada malam pergantian Tahun Baru 2026. Polres Malang meminta pengguna jalan mewaspadai lima titik rawan kemacetan di jalur dari exit tol Singosari menuju Kota Batu yang berpotensi mengalami kepadatan pada jam-jam puncak.

Lima titik tersebut meliputi Simpang Empat Karanglo, Simpang Tiga Masjid Kembar di Jalan Raya Ngijo, Simpang Empat Kepuharjo, Simpang Tiga Griya Permata Alam (GPA), serta Simpang Tiga Karangploso.

Titik-titik ini merupakan pertemuan arus kendaraan dari exit tol Singosari menuju Kota Batu, sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan, terutama pada jam-jam tertentu

Prediksi tersebut disampaikan Kepala Unit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Kanit Turjawali) Polres Malang, Iptu Andi Agung, berdasarkan hasil pemantauan arus lalu lintas selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.

"Prediksi kami juga arus lalu lintas akan mulai meningkat di malam pergantian tahun baru, Rabu (31/12/2025) nanti," ujar Andi, Sabtu (27/12/2025).

Menurutnya, peningkatan volume kendaraan diperkirakan terjadi karena libur sekolah masih berlangsung, bertepatan dengan akhir pekan, serta meningkatnya aktivitas masyarakat yang merayakan malam pergantian tahun, khususnya menuju kawasan Malang dan Kota Batu.

Selain itu, Andi menyatakan, Polres Malang juga memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 2 hingga 4 Januari 2026. Setelah periode tersebut, aktivitas lalu lintas diperkirakan kembali normal.

"Diperkirakan pada 5 Januari 2026 aktivitas masyarakat sudah kembali normal," katanya.

Seiring prediksi kepadatan tersebut, Polres Malang mengungkapkan lima titik rawan kemacetan atau trouble spot di wilayah Kabupaten Malang bagian utara yang menjadi jalur utama kendaraan menuju Kota Batu.

Polres Malang mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi waktu perjalanan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta mempertimbangkan jalur alternatif guna menghindari kepadatan, khususnya saat malam pergantian Tahun Baru.

Menurutnya lonjakan arus kendaraan di jalur Malang-Batu telah terpantau sejak Sabtu (20/12/2025), seiring dimulainya libur panjang Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Puncak kepadatan tercatat pada Kamis (25/12/2025) yang bertepatan dengan Hari Raya Natal. Pada hari tersebut, volume kendaraan yang keluar dari exit tol Singosari menuju arah Kota Malang dan Kota Batu mencapai 1.600 kendaraan per jam.

Sementara itu, arus lalu lintas diperkirakan relatif lebih landai pada Senin hingga Selasa (29-30/12/2025) karena sebagian masyarakat kembali menjalankan aktivitas pekerjaan. "Pada tanggal tersebut kemungkinan arus cukup landai karena masih ada aktivitas pekerja yang masuk kantor," pungkasnya.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.