15 January 2026

Get In Touch

Natal 2025 Jadi Ajakan Merawat Keluarga, Keuskupan Malang Ingatkan Dampak Masalah Sosial di Masyarakat

Suasana ibadah Natal di Gereja Katedral Ijen Kota Malang, Kamis (25/12/2025). (Santi/Lentera)
Suasana ibadah Natal di Gereja Katedral Ijen Kota Malang, Kamis (25/12/2025). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Natal 2025 dimanfaatkan Gereja Katolik Roma Keuskupan Malang sebagai momentum untuk mengajak umat merawat keluarga. Sekaligus mengingatkan berbagai masalah sosial di masyarakat berawal dari rapuhnya ketahanan keluarga.

"Yang membedakan tentu temanya. Tahun ini kami ingin memfokuskan pada keselamatan keluarga," ujar Uskup Gereja Katolik Roma untuk Keuskupan Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, Kamis (25/12/2025).

Dijelaskannya, pemilihan tema tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat, mulai dari kekerasan hingga degradasi moral, tidak bisa dilepaskan dari kondisi keluarga itu sendiri.

Selain aspek refleksi iman, perayaan Natal 2025 di Keuskupan Malang juga dilaksanakan dengan nuansa kesederhanaan. Hal ini sebagai bentuk empati dan solidaritas Gereja terhadap para korban bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, hingga erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur.

"Karena ada korban bencana, tentu kami berusaha untuk tidak menunjukkan kemewahan yang berlebihan," ungkapnya.

Henricus menegaskan, keprihatinan tersebut tidak hanya diwujudkan dalam sikap simbolik, tetapi juga melalui aksi nyata. Menurutnya, keuskupan Malang telah menyalurkan bantuan kepada para korban bencana sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan.

Lebih jauh, Henricus mengungkapkan makna mendalam dari tema keselamatan keluarga yang diangkat pada Natal tahun ini. Menurutnya, peristiwa kelahiran Yesus Kristus merupakan tanda kehadiran Allah yang ingin menyelamatkan manusia, dimulai dari lingkup paling dasar, yaitu keluarga.

Ia menilai, keluarga yang kuat dalam iman dan nilai moral akan melahirkan masyarakat yang sehat secara sosial. Sebaliknya, ketika pembinaan keluarga melemah, berbagai persoalan sosial berpotensi muncul dan berkembang.

"Masalah dari masyarakat itu berasal dari keluarga. Kalau keluarganya kurang kuat imannya, itu nanti akan memicu permasalahan dalam masyarakat," jelasnya.

Dirinya juga menyoroti sejumlah persoalan sosial yang saat ini marak terjadi, seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), penyalahgunaan narkoba, krisis kesetiaan dalam keluarga, hingga perjudian dan judi online. Menurutnya, persoalan-persoalan tersebut sejatinya dapat diminimalkan jika keluarga menjalankan peran pendidikan dengan baik.

Melalui perayaan Natal 2025 ini, Keuskupan Malang berharap keluarga-keluarga Kristen semakin menyadari tanggung jawabnya sebagai sekolah pertama bagi anak-anak, baik dalam iman, karakter, maupun nilai kemanusiaan.

"Itu harapan kami. Supaya keluarga-keluarga Kristen itu benar-benar memperhatikan pembinaan keluarga," pungkasnya. (*) 


Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

 

 

 

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.