15 January 2026

Get In Touch

Puluhan Pesepeda Gelar Sholat Ghoib dan Doa Bersama untuk Aceh dan Sumatra di Balai Kota Surabaya

Puluhan pesepeda dari berbagai komunitas sholat ghoib dan doa bersama untuk korban banjir bandang di Aceh dan Sumatra, Minggu (21/12/2025) pagi. 
Puluhan pesepeda dari berbagai komunitas sholat ghoib dan doa bersama untuk korban banjir bandang di Aceh dan Sumatra, Minggu (21/12/2025) pagi. 

SURABAYA (Lentera) - Perhatian dan solidaritas terhadap para korban bencana di Sumatra terus datang dari berbagai pihak. Tidak hanya bantuan logistik, namun juga uluran doa. Puluhan pesepeda dari berbagai komunitas menggelar sholat ghoib dan doa bersama untuk korban banjir bandang di Aceh dan Sumatra, Minggu (21/12/2025) pagi. 

Kegiatan yang berlangsung di halaman Balai Kota Surabaya ini menjadi wujud solidaritas dan empati para pesepeda terhadap saudara-saudara mereka yang tengah tertimpa musibah. Sejak pukul 06.00 WIB, para pesepeda mulai berdatangan dengan mengenakan pakaian hitam dan membawa sepeda masing-masing. 

Mereka berhenti sejenak dari aktivitas gowes rutin untuk menundukkan kepala, memanjatkan doa, serta mengirimkan harapan bagi para korban agar diberi kekuatan dan ketabahan.

Selain melaksanakan sholat ghoib dan doa bersama, kegiatan ini juga diisi dengan pengumpulan donasi. Dana yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu korban bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh dan Sumatra melalui Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZnas) Lembaga Manajemen Infaq (LMI).

Humas Kegiatan Sholat Ghoib dan Doa Bersama untuk Aceh dan Sumatra, Yan Catur Amboro, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian para pesepeda yang ingin menjadikan kayuhan mereka lebih bermakna.

“Pesepeda sering dikenal hanya lewat aktivitas di jalan. Hari ini kami ingin menunjukkan bahwa pesepeda juga punya hati dan kepedulian. Kami mendoakan saudara-saudara kami di Aceh dan Sumatra, sekaligus mengajak publik untuk ikut membantu,” ujar Yan.

Ia menambahkan, penggalangan donasi tidak berhenti pada kegiatan sholat ghoib ini saja. Ke depan, para pesepeda juga akan menggelar sejumlah aksi lanjutan sebagai bentuk komitmen kemanusiaan.

“Selain donasi langsung hari ini, kami juga sedang melakukan pengumpulan donasi melalui pembuatan kaos kemanusiaan dan gowes kemanusiaan yang direncanakan berlangsung pada Januari 2026. Harapannya, semakin banyak pesepeda dan masyarakat umum yang bisa terlibat,” katanya.

Menurut Yan, doa dan bantuan dari masyarakat menjadi sangat berarti bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan anggota keluarga akibat bencana. 

“Kami mungkin tidak berada langsung di lokasi bencana, tapi kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri. Ada doa, ada kepedulian, dan ada uluran tangan dari kami di Surabaya,” ucapnya dengan haru.

Kegiatan sholat ghoib dan doa bersama ini diharapkan menjadi pengingat bahwa solidaritas dapat dilakukan dari mana saja dan oleh siapa saja. Bagi para pesepeda, aksi ini menjadi simbol bahwa kayuhan bukan hanya soal jarak dan kecepatan, tetapi juga tentang empati dan kemanusiaan. (*)

 

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.