SURABAYA (Lentera)– PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya terus mendorong budaya perjalanan yang ramah lingkungan dan aman bagi para pelanggannya, melalui kampanye “Jangan Lupa Bawa Tumbler” serta imbauan kewaspadaan terhadap barang bawaan.
Sekaligus memperkuat komitmen KAI Daop 8 Surabaya, menghadirkan layanan transportasi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, mengatakan langkah ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan, terutama terkait pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
Tak hanya itu, KAI Daop 8 juga telah menyediakan Water Station di sejumlah stasiun keberangkatan KA Jarak Jauh, yakni Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Lamongan, dan Sidoarjo. Fasilitas tersebut memungkinkan pelanggan mengisi ulang air minum menggunakan tumbler pribadi sebelum naik kereta.
“Bawa tumbler tidak hanya lebih hemat dan praktis, tetapi juga mengurangi sampah botol plastik yang selama ini menjadi masalah lingkungan,” ucap Luqman, Jumat (28/11/2025).
Selain mengajak pelanggan berperilaku lebih ramah lingkungan, KAI juga mengingatkan penumpang untuk menjaga barang bawaan pribadi selama berada di stasiun maupun dalam perjalanan. Sesuai aturan, kehilangan atau kerusakan barang menjadi tanggung jawab penumpang. Karena itu, tidak terdapat dasar pengajuan ganti rugi kepada KAI apabila barang hilang.
Untuk mengoptimalkan layanan, KAI Daop 8 menyediakan fasilitas Lost and Found di seluruh stasiun. Petugas akan mencatat, menyimpan, dan mengamankan barang temuan hingga diambil kembali oleh pemilik. Barang dapat diambil di Pos Pengamanan Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, dan Malang.
"Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, layanan Lost and Found Daop 8 mencatat 197 tumbler tertinggal. Dari jumlah itu, 24 tumbler telah diambil pemiliknya, sementara 173 lainnya masih tersimpan," tuturnya.
Ia menjelaskan, KAI juga menerapkan mekanisme sederhana untuk membantu pelanggan mendapatkan kembali barang yang hilang.
Pertama, penumpang melapor kepada petugas stasiun. Selanjutnya, petugas akan mengecek daftar barang temuan di Lost and Found. Jika barang sesuai ditemukan, penumpang dapat mengambilnya dengan menunjukkan identitas dan bukti kepemilikan.
“Kami mengimbau pelanggan untuk membawa tumbler pribadi karena Water Station sudah tersedia di stasiun-stasiun keberangkatan. Kami juga meminta pelanggan selalu menjaga barang bawaan dan segera melapor jika ada yang tertinggal. KAI memiliki prosedur resmi untuk menanganinya,” tutupnya.
Reporter: Amanah/Editor: Ais





.jpg)
